Seputar Peradilan

Warga PTA Bengkulu Menyaksikan Refleksi Akhir Tahun 2018

Mahkamah Agung RI

Kamis (27/12), kembali warga PTA Bengkulu menyaksikan siaran langsung acara Refleksi Akhir Tahun 2018 Mahkamah Agung RI, melalui kanal Mahkamah Agung Republik Indonesia pada URL https://www.youtube.com/c/MahkamahAgungRepublikIndonesia. Dalam siaran tersebut, Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H., menyampaikan capaian kinerja tahun 2018, pukul 10.00 WIB bertempat di Tower Lantai II Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Nonton bareng Acara yang bertemakan, “Menyongsong Tahun 2019, Menuju Era Baru Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi” ini ini dilaksanakan di Aula PTA Bengkulu. Dalam acara ini, KMA Mengupas tuntas kinerja dan prestasi Mahkamah Agung RI Sepanjang tahun 2018 ini.

releksi.png

Banyak yang terjadi sepanjang tahun 2018 dalam perjalanan kinerja Mahkamah Agung, baik dalam bentuk capaian kinerja, prestasi, kendala, maupun tantangan yang dihadapi dalam kurun waktu 1 tahun terakhir ini. Mahkamah Agung memaknai arti penting tahun 2018 sebagai Era Baru Menuju Badan peradilan yang Modern. Modernisasi Peradilan yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi khususnya teknologi informasi, ditujukan untuk mengatasi kendala-kendala peradilan, berupa lambatnya penanganan perkara, kurangnya akses keadilan, dan rendahnya integritas pejabat peradilan dan profesionalisme aparatur.

Ada beberapa Kebijakan dan inovasi dalam pemanfaatan TI di tahun 2018 ini. Pertama, Penerapan Sistem Informasi Penanganan Perkara (SIPP) versi 3.2.0 secara nasional pada 4 lingkungan peradilan yang terintegrasi dengan Direktori Putusan dan Sistem Administrasi Perkara Mahkamah Agung (SIAP). Kedua, Penerbitan Perma 3 2018 tentang administrasi perkara secara elektronik (e-Court), sebagai aplikasi yang memudahkan pendaftaran perkara, yang terdiri dari :E-filling (Pendaftaran Perkara), E-Payment (Pembayaran Panjar Perkara), E-Summon (Pemanggilan Perkara). Ketiga, Sistem Aplikasi Pengawasan (SIWAS) MARI, E monitoring pengawasan, aplikasi yang berfungsi untuk memonitor hasil pengawasan hakim tinggi pengawas. Dan terakhir, Untuk pengelolaan sumber daya manusia yang profesional dan berfokus pada kompetensi, MA telah meluncurkan Sistem Informasi Sumberdaya Manusia seminggu lalu, dengan sistem ini saya dapat mengontrol seluruh pengadilan sampai ke pelosok, sehingga mempermudah pengambilan keputusan terkait SDM. Sistem ini juga terkait dengan Sistem Diklat dan SIWAS.

nobar refleksi.jpg

Mahkamah Agung juga telah melakukan pembinaan-pembinaan sebagai bentuk pengawasan yang dilakukan secara menyeluruh di seluruh Pengadilan di Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa seperti yang baru-baru ini diberitakan bahwa KPK telah melakukan OTT terhadap beberapa oknum di beberapa Pengadilan, Mahkamah Agung tidak mengenal ampun. MA akan membinasakan oknum tersebut, agar tidak menjadi “bisul” dalam sistem peradilan. Dalam kesempatan ini KMA juga menyampaikan bahwa MA saat ini masih kekurangan tenaga SDM.

Kurang lebih 30 menit KMA menyampaikan ringkasan laporan kinerja Mahkamah Agung Tahun 2018, yang akan terbit secara resmi nanti pada tanggal 27 Februari 2019. Menyongsong datangnya Tahun 2019, semoga hasil kerja di tahun 2018 ini dapat dilanjutkan lebih baik lagi di tahun yang akan datang.