Seputar Peradilan

PTA Bengkulu Gelar Rapat Koordinasi Pimpinan PTA Bengkulu dan PA sewilayah PTA Bengkulu

 

rakorptabengkulu

Pada hari Senin (06/08/2018) PTA Bengkulu menggelar rapat koordinasi pimpinan yang diikuti oleh seluruh unsur pimpinan PTA Bengkulu dan PA sewilayah PTA Bengkulu. Hadir dalam rakor tersebut, Ketua PTA Bengkulu H. Pelmizar, Wakil Ketua H. Abd. Hamid Pulungan, Panitera H. Misbahul Munir, Sekretaris Hendriansyah, para hakim tinggi, pejabat struktural dan fungsional. Sedangkan dari PA dihadiri Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris.

Rapat koordinasi langsung dipimpin oleh Ketua PTA Bengkulu H. Pelmizar, yang pada kesempatan kali ini membahas beberapa hal antara lain pelayanan terpadu satu pintu, persiapan SAPM bagi satker yang belum mendapat akreditasi, pelaksanaan e-court, pengembangan SIPP dan pemberkasan perkara di tingkat banding maupun tingkat pertama.

Untuk pelayanan sidang itsbat terpadu, hal ini merujuk pada nota kesepahaman antar Gubernur Bengkulu dan PTA Bengkulu yang nantinya dapat diimplementasikan pada seluruh pengadilan agama sewilayah PTA Bengkulu sehingga mempermudah masyarakat Bengkulu khususnya pencari keadilan yang memerlukan pelayanan peradilan agama.

Dalam Rakor ini, pelayanan sidang itsbat terpadu satu pintu (PTSP) untuk wilayah PTA Bengkulu disepakati PA Arga Makmur sebagai pilot project untuk selanjutnya diharapkan PA-PA lain menyusul menerapkan PTSP di PA masing-masing di kemudian hari.

rakorptabengkulu1

Di tahun ini, PTA Bengkulu menargetkan PTA Bengkulu dan PA Lebong meraih akreditas penjaminan mutu dengan nilai A excellent seperti halnya pengadilan agama-pengadilan agama di wilayah PTA Bengkulu sebelumnya yang telah terlebih dahulu meraih A excellent. “Untuk itu kami harap kepada seluruh unsur PA Lebong maupun PTA Bengkulu untuk langsung bergerak bekerja untuk mensukseskan SAPM papar beliau.

Untuk program nasional e-court, PTA Bengkulu dan PA-PA sewilayah PTA Bengkulu menyatakan kesiapan dalam mengimplementasikan e-court untuk memudahkan pelayanan berperkara. Penerapan e-court saat ini telah dimulai tahap awal dengan mengirim aparatur yang dipimpin oleh Wakil Ketua PTA Bengkulu Bapak H. Abd. Hamid Pulungan melakukan studi banding ke PA Jakarta Pusat agar nantinya dapat “menularkan” ilmu e-court yang telah diperolehnya di lingkungan kerjanya.

Pada rapat koordinasi pimpinan kali ini juga tidak lepas membahas permasalahan independensi hakim. Hal ini diperkuat dengan adanya temuan yang didapat bahwa pimpinan PA masih melakukan intervensi, sehingga hakim mulai kehilangan independensi dan  itu merupakan tindakan yang sangat disayangkan dan diharapkan nantinya hal ini tidak akan terjadi lagi.

Kinerja aparat peradilan saat ini harus kembali dikuatkan, mengingatkan program one day one minute one publish masih belum dapat berjalan secara optimal. Kendala-kendala yang dihadapi agar dapat dikoordinasikan dengan cepat sehingga tidak menghalangi one day one minute one publish sehingga masyarakat khususnya pencari keadilan dapat dengan cepat mengakses putusan tanpa menunggu berhari-hari.