Seputar Peradilan

Hakim Agung H. Sunarto Terpilih Menjadi Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial

sunarto 1

H. Sunarto

Hakim Agung Dr. H. Sunarto terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang non yudisial. H. Sunarto mengalahkan Hakim Agung Andi Samsan Nganro di pemilihan putaran kedua. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara, H. Sunarto meraih 24 suara, sedangkan Andi Samsan memperoleh  21 suara. Sementara satu suara dinyatakan tidak sah karena tidak mencontreng surat suara sebagaimana tertuang dalam tata tertib pemilihan.

 

sunarto 2

Pemilihan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial

"Berdasarkan rekapitulasi suara, Hakim Agung Dr. H. Sunarto, SH, M.Hum memperoleh  24 suara dan Dr. H. Andi Samsan Nganro SH, M.Hum memperoleh 21 suara. Satu suara dinyatakan tidak sah. Oleh karena itu, Dr. H. Sunarto dinyatakan sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang non yudisial. Selanjutnya, surat keputusan akan diteruskan kepada Presiden," kata Ketua MA Hatta Ali.

Pada putaran pertama, H. Sunarto berhasil mendapatkan 13 suara, sedangkan Andi Samsan Nganro mendapat 9 suara. Proses pemilihan disaksikan Ketua MA  Hatta Ali dan Wakil Ketua MA Bidang yudisial M. Syarifuddin di gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Sedangkan 7 Hakim Agung lainnya, yakni Takdir Rahmadi memperoleh 8 suara, Supandi 6 suara, Suhadi 4 suara, Hary Djatmiko 3 suara. Sedangkan Hakim Agung Zahrul Rabain, Sultoni Mohdaly dan Yulius masing-masing memperoleh 1 suara.

"Berdasarkan pengambil suara terbanyak satu dan dua yaitu Hakim Agung Yang Mulia Dr H. Sunarto, SH, MH, dan Hakim Agung Yang Mulia Dr. H. Samsan Ngahro, SH, MH, maju putaran kedua," ujar Sekretaris Mahkamah Agung  A. S. Pudjoharsoyo yang menjadi Ketua sidang pemilihan.

H. Sunarto lahir di Sumenep pada 11 April 1959. H. Sunarto meraih gelar sarjana hukum di Universitas Airlangga Surabaya dengan mengambil konsentrasi hukum perdata. Dua tahun setelah lulus 1984, H. Sunarto mengawali karier sebagai calon hakim di PN Surabaya. Pengabdiannya sebagai hakim bermula pada tahun 1987 di PN Merauke. Ia bertugas di sana hingga 1992.

Dari PN Merauke, H. Sunarto mutasi ke PN Blora. Ia bertugas di wilayah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur itu dari tahun 1992 hingga 1997. Setelah itu, pada tahun 1997-2002, H. Sunarto pindah ke PN Pasuruan.

Karier H. Sunarto mulai menanjak ketika pindah ke PN Trenggalek. Pada tahun 2002 hingga 2003, ia diangkat menjadi Wakil Ketua PN Trenggalek dan dua tahun setelah itu posisinya naik menjadi Ketua.

Pada tahun 2005 saat usianya menginjak 46 tahun, H. Sunarto diangkat menjadi hakim tinggi dengan penugasan pertama di Pengadilan Tinggi Gorontalo. Tidak sampai dua tahun bertugas di sana, H. Sunarto ditarik ke Jakarta untuk menjadi hakim tinggi pengawas pada Badan Pengawasan MA. Tugas itu diembannya sejak tahun 2006 hingga 2009.

Pada tahun 2009 karier H. Sunarto menanjak lagi. Di Badan Pengawasan, ia diberi amanah menjadi Inspektur Wilayah III. Setahun kemudian, H. Sunarto dilantik menjadi Inspektur Wilayah II hingga tahun 2013. Pada 30 September 2013, H. Sunarto dilantik Ketua MA Hatta Ali  menjadi Kepala Badan Pengawasan MA.

H. Sunarto pernah ditolak sebanyak 2 (dua) kali sebagai calon Hakim Agung oleh DPR tahun 2013-2014. Di tahun 2015, ia pun berhasil menjadi calon Hakim Agung. Tahun 2017, H. Sunarto dilantik sebagai Ketua Muda Pengawasan. Dan, dalam waktu dekat akan dilantik menjadi Wakil Ketua MA bidang non yudisial.

Ketua PTA Bengkulu H. M. Alwi Mallo yang ikut menghadiri pemilihan Wakil Ketua MA bidang non yudisial tersebut, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada H. Sunarto. Dirinya berharap,  H. Sunarto dapat membawa MA ke arah yang lebih baik terutama dalam peningkatan kesejahteraan hakim dan pegawai.

"Selamat dan sukses buat YM. H. Sunarto yang terpilih menjadi Wakil Ketua MA bidang non yudisial," ujar H. Alwi Mallo.