Seputar Peradilan

Dirjen Badilag Buka TOT Pembelajaran Orang Dewasa Dalam Penguatan Kompetensi Teknis Yudisial

ToT

Menurut pengamatan Mahkamah Agung RI khususnya Kamar Agama, kemampuan dan kompetensi hakim Pengadilan Agama tentang hukum acara dan hukum materiil cenderung menurun. Hal ini terlihat dari berkas perkara mupun putusan yang diajukan kasasi ke MA. Penyebabnya antara lain jarang dilakukan bimtek teknis yustisial, kalaupun bimtek diadakan tetapi tidak mengacu kepada silaby dan tidak ada evaluasi.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Badilag H. Abd. Manaf ketika membuka secara resmi bimtek pembelajaran orang dewasa dalam penguatan kompetensi teknis yudisial di hotel Santika, Pintu I Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada hari Kamis (19/04) pukul 19.30 Wib.

Lebih lanjut disampaikan oleh Dirjen Badilag H. Abd. Manaf, melihat kenyataan ini, Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI YM. H. Amran Suadi meminta kepada Ditjen Badilag untuk menyusun silaby bimtek hukum acara dan hukum materiil dengan mengacu kepada kebutuhan praktek di Pengadilan Agama. Oleh sebab itu, urainya menjelaskan, dengan ToT ini diharapkan kemampuan hakim dalam memeriksa, mengadili  dan memutus perkara semakin baik.  

“Bapak/Ibu adalah orang yang dipilih untuk turut serta menyumbangkan fikiran dalam penyusunan silaby tersebut. Oleh sebab itu saya meminta para shahibul fadilah  supaya bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran ini,” tegas Dirjen Badilag H. Abd. Manaf.

“Diharapkan, Bapak/Ibu setelah selesai ToT ini menjadi trainer di daerah masing-masing guna meningkatkan kemampuan hakim dalam menjalankan tugasnya sehari-hari,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Ketua Panitia ToT H. Sugeng dalam laporannya menjelaskan, peserta ToT berjumlah 40 orang yang berasal dari seluruh Indonesia, dengan rincian Ketua PTA 12 orang,  Wakil Ketua PTA 18 orang, Hakim Tinggi 5 orang, Ketua PA 3 orang dan Hakim PA 2 orang. ToT tersebut akan berlangsung selama 4 (empat) hari, Kamis – Minggu (19-22/04).

Peserta dari PTA Bengkulu adalah Wakil Ketua H. Abd. Hamid Pulungan.

“ToT ini diikuti 40 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Out put yang diharapkan dari ToT adalah tersusunnya silaby bimtek hukum acara dan hukum materiil. Sedangkan out comenya untuk meningkatkan kemampuan peserta sehingga menjadi trainer di daerah masing-masing,” ujar H. Sugeng melaporkan.

Acara pembukaan ToT ditandai dengan pemasangan tanda peserta yang diwakili oleh Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Hj. Rosmawardani dan Wakil Ketua PTA Jayapura H. A. Razak Pellu. Pembukaan ToT yang digelar di hotel Santika tersebut ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Ketua PTA Bandar Lampung H. Endang Ali Ma’sum.