Seputar Peradilan

Orangtua Sekretaris PTA Bengkulu Meninggal Dunia

duka

Suasana pelepasan jenazah di rumah duka di Bengkulu

Hari itu, Ahad (15/04) PTA Bengkulu berduka. Pasalnya, orang tua Sekretaris PTA Bengkulu bernama H. Ach. Watherman meninggal dunia di Kabupaten Kaur. Berita ini diterima Sekretaris PTA Bengkulu Hendriansyah sekitar pukul 15.30 Wib.

Informasi diperoleh via handphone, bahwa orang tua Hendriansyah memperbaiki lampu listrik di rumah, setahu bagaimana orangtua kita ini kena sengatan listrik. Kontan saja beliau pingsan. Lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Rupanya, nyawa beliau tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Hendriansyah, orang tuanya yang kini berusia 73 tahun selalu rutin pulang kampung setiap dua minggu sekali dengan menggunakan mobil pribadi dan nyetir sendiri. Kebiasaan ini sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun lamanya. Masih menurut Hendriansyah, dirinya dan keluarga yang lain telah melarang ayahandanya pulang dengan membawa mobil sendiri, tapi rupanya orang tua kita ini bersikeras melakukan hal itu, dengan alasan dirinya masih sanggup dan tidak mau menyusahkan orang lain.

“Sebetulnya, pihak keluarga telah melarang Bapak membawa mobil sendiri mengingat usia beliau sudah tua, tapi beliau bersikeras karena merasa masih sanggup dan tidak mau merepotkan orang lain, akhirnya beliau tetap pulang ke Dusun setiap dua minggu sekali,” papar Hendriansyah dengan sedih.

Dijelaskan oleh Hendriansyah, Bapaknya pulang ke Dusun untuk mendodos sawit. Kebetulan beliau memiliki sawit sekalipun tidak terlalu luas.

"Bapak pulang ke Dusun untuk mendodos sawit,” tandas Hendriansyah.

Jenazah diberangkatkan dari Kaur sekitar pukul 17.00 Wib dan tiba di Bengkulu pukul 20.30. Wib dan disemayamkan di rumah duka. Malam itu juga telah dilaksanakan pengajian di rumah duka. Menurut pengamatan redaktur, banyak family yang datang melayat, baik jiran tetangga maupun handai tolan.

Lalu, pada hari Senin (16/04) jenazah dikebumikan setelah sebelumnya disholatkan ba’da Zuhur di Mesjid An-Nasuha. Mesjid yang berlokasi tidak jauh dari rumah duka, tidak mampu menampung jamaáh yang ingin mensholatkan almarhum. Lalu, pengurus Mesjid menggelar tikar tambahan di halaman Mesjid untuk menampung membludaknya jamaáh.

Disebutkan oleh pihak keluarga pada waktu pelepasan jenazah, bahwa pihak keluarga akan menggelar ta’ziyah tiga malam berturut-turut yang dimulai malam Selasa ini. Diharapkan kepada family dan keluarga lainnya untuk berbondong-bondong menghadiri ta’ziyah tersebut guna menghibur keluarga yang ditimpa musibah.

Ya Allah, ampunilah segala dosa dan kesalahan almarhum dan terimalah ia di sisi-Mu serta tempatkanlah pada tempat yang sebaik-baiknya. Pihak keluarga yang ditinggalkan tabah dan ikhlas menerima musibah ini. Amiin.