Joom!Fish config error: Default language is inactive!
 
Please check configuration, try to use first active language

Adagium Hukum

Ketua PTA Bengkulu

Adagium Hukum

Adagium Hukum

 

1.  Absolute sentienfia expositore non indiget.

Simple proposition needs no expositor

Sebuah dalil yang sederhana tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut

2.  Accipere quid ut justitiam focias non est team accipere quam exiorquere

To accept anything as a reward for doing justice is rather estorting than accepting

Menerima sesuatu sebagai imbalan untuk menegakkan keadilan akan mengarah ke tindakan pemerasan, bukan hadiah. (daripada)

3.  Communi observantia non est recedendum

There should be no daparture from common observance (or usage)

Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh seseorang menandakan maksud yang terdapat

dalam pikirannya

4.  Cujus est commodum, ejus debet esse inc ommodum

The person who has the advantage should also have the disadvantage

Seseorang yang mendapatkan suatu keuntungan juga akan mendapatkan suatu kerugian

5.  Cujus est dominium, ejus est periculum

The risk lies upon the owner

Risiko atas suatu kepemilikkan ditanggung oleh pemilik.

6. Culpue poena par esto

Let the punishment be equal the crime.

Jatuhkanlah hukuman yang setimpal dengan perbuatan.

7. Cum adsunt testimonia rerum, quid opus est verbist.

When the proofs of facts are present, what need is there of words ?

Saat bukti dari fakta-fakta ada, apa gunanya kata-kata ?

8. Cum aliquis renunciaverit sociatati, solvitur societas.

When any partner has renounced the partnership, tehe partership is dissolved.

Saat rekan telah meninggalkan persekutuannya, maka persekutuan tersebut dinyatakan bubar.

9. Cum duo inter se pugnantia reperiuntur in testamento, iltimum ratum est.

When two clauses a will are found to be contradictory, the last in order prevails

Jika terdapat perbedaan dalam suatu hakikat, maka terlihat jelas adanya 2 persepsi yang berbeda.

10. Cum letitimae nuptiae factae sunt, patrem liberi sequuntur.

Children born under a legitimate marriage follow the condition of the father.

Anak yang terlahir dari sebuah perkawinan yang sah mengikuti kondisi ayahnya.

11. Da tua sunt, post mortem tune tua sunt

Give the things which are yours while they are yours ; after death they are not yours.

Berikanlah benda-benda kepunyaanmu saat kau masih memilikinya ; setelah meninggal benda-benda tersebut bukan kepunyaanmu lagi.

12. Ei incumbit probatio quidicit, nonqui negat

The burden of the proot rest upon the person who affirms, not the one who denies

Beban dari bukti disandarkan pada orang yang menugaskan tuduhan bukan yang menyangkal.

13. Debet quis juri subjacere rrbi delinquit.

Any offender should be subject to the law of the place where he offends. Seseorang

Penggugat harus mengacu pada hukum yang berlaku di tempat dia mengajukan gugatan.

14. Divortium dicitur a divertendo, quia vir divertitur ab uxore.

Divorce is so called from divertendo, because a man is diverted from his wife.

‘divorce’ (perceraian) berasal dari kata Divertendo, artinya seseorang pria dialihkan dari istrinya.

15. Dormiunt aliquando leges, nunquam moriuntur.

Laws sometimes sleep but never die

Hukum terkadang tidur, tetapi hukum tidak pernah mati.

16. Droil ne done, pluis que soit demaunde

Thed law give no more than is demanded.

Hukum memberi tidak lebih dari yang dibutuhkan

17. Facta sunt potentiora verbis.

Deeds (or facts) are more powerful than words

Perbuatan (atau fakta) lebih kuat dari kata-kata.

18. Fiat justicia ruat caelum.

Let justice be done though the heaven should fall

Keadilan harus ditegakkan, walau harus mengorbankan kebaikan

19. Filius est nomen baturae, sed haeres nomen

“Son is a name of nature, but “heir” a name of law

“anak” nama yang diberikan oleh alam, tetapi “ahli waris” adalah nama yang diberikan hukum.

20. Filius in utero matris est pars viscerum matrix

A child in the mother’s womb is part of the mether’s vitals.

Seorang anak di dalam kandungan adalah bagian dari kehidupan ibunya.

21. Frustra legis auxilium quareit qui in legem committit

Vainly does a person who offends against the law seek the help of the law.

Adalah sia-sia bagi seseorang yang menentang hukum tapi dia sendiri meminta bantuan hukum.

22. Id perfectum est quad ex omnibus suis partibus constant.

That is perfect which is complete in all ist part

Sesuatu dinyatakan sempurnanya bila setiap bagiannnya komplit.

23. Heares est cadem persona cum antecessore

The heir is the sitnre person as the ancestor.

Ahli waris sama kedudukannya dengan pendahulunya.

24. Homo vocabulum est naturae ; persona juris civilis.

“Man” (homo) is a term of nature; “ (Person) “. A term of civil law

“Man” (pria) ialah istilah alami . “ Person” (persona) ialah istilah hukum perdata.

25. Ignorantia judicis est calanaitax innocentis.

The ignorance of the judge is the misfortune of the innocent. Ketidaktahuan hakim aialah suatu kerugian bagi pihak yangb tidak bersalah.

26. Ignorantia juris non exucusat.

Ignorance of the law does not excuse

Ketidaktahuan akan hukum tidak dimaafkan.

27. Ignorantia excusatur non juris sed facti

Ignorance of fact is exused but not ignorance of law.

Ketidaktahuan akan fakta-fakta dapat dimaafkan tapi tidak demikian halnya ketidaktahuan akan hukum.

28. Inde datae leges be fortior omnia posset

Law were made lest the stonger should have unlimited power.

Hukum dibuat, jika tidak maka yang terbuat akan mempunyai kekuatan yang tidak terbatas.

29. Index animi sermo

Speech is the index of the mind

Cara seorang berbicara menunjukkan jalan pikirannya.

30. Iniquum est aliquem rei sui esse judicem

It is unjust for anyone to be judge in his own.

Adalah tidak adil bagi seseorang untuk diadili pada perkaranya sendiri

31. Interset reipublicae res judicatoas non rescindi

It is in the interset of the state that judgments already given not be rescinded

Adalah kepentingan negara bahwa suatu keputusan tidak dapat diganggu gugat.

32. Judex set lex laguens

The judge is the sepaking law

Sang hakim ialah hukum yang berbicara.

33. Judex debet judicare secundum allegata et probata

The judge ought to give judgment according to the allegatiopns and the proofs

Seorang hakim harus memberikan penilaian berdasarkan fakta-fakta dan pernyataan.

34. Judex herbere debet duos sales, salem sapientiae, ne sit insipidus, et salem conscientiae, ne sit diabolus.

A judge should have two silts ; the salt of wisdom, lest he be foolish ; and the salt of conscience, lest he be devilish.

Seorang hakim harus mempunyai dua hal ; suatu kebijakan, kecuali dia adalah orang yang bodoh ; dan hati nurani ; kecuali dia mempunyai sifat yang kejam.

35. Judex non putest esse testis in propria cause.

A judge cannot be a witness in his own cause

Seorang hakim tidak dapat menjadi seorang saksi dalam perkaranya sendiri.

36. Judex non reddit plus wuam quod petens ipsse requirit

A judge does not give more than the plaintiff himself demands.

Seorang hakim tidak memberikan permintaan lebih banyak dari sipenuntut.

37. Judicandum est legibus non exemplis

Judgment must be given by the laws, not by examples.

Seorang hakim tidak dibatasi untuk menjelaskan penilaiannya sendiri.

38. Judicia poxteriora sunt in lege fortiora

The later decisions are stronger in law

Keputusan terakhir ialah yang terkuat di mata hukum.

39. Juramentum est indivisinle, et non est admittendum in partly true and partly falsum

An oath is indivisible ; it is not to be accepted as partly true and partly false.

Sebuah sumpah tidak dapat dibagi ; sumpah tersebut tidak dapat diterima jika sebagiannya benar dan sebagian lagi salah.

40. Justitiae non est neganda, non differenda

Justice is not to be denied or delayed

Keadilan tidak dapat disangkal atau ditunda.

41. Jurare eat deum in testem vocare et est actus divini cultus

To swear is to call God to witness, and is an acty of religion

Memberikan sumpah ialah sama halnya dengan memanggil Tuhan sebagai saksi hal itu adalah hal keagamaan.

42. Juris quidem ignorantium cuique nocere, facti verum ignorantiam non nocere.

Ignorance of law is prejudicial to everyone, but ignorance of fact is not

Ketidaktahuan hukum merugikan semua orang ; tetapi ketidak tahuan fakta tidak.

43. Lex nemini operatur iniquum, neminini facit injuriam

The law works an injustice to no one and does wrong to no one.

Hukum tidak memberikan ketidakadilan kepada siapapun dan tidak melakukan kesalahan kepada siapapun.

44. Lex posterior derogat priori

A later statute repeals an earlier one.

Undang-undang yang baru menghapus Undang-undang yang lama.

45. Lex prospcit, non respicit

The law looks forward, not backward

Hukum melihat kedepan bukan ke belakang.

46. Lex rejicit superflua, pugnantia, incongrua

The law rejects superfluous, contraditory, and incongruous things.

Hukum menolak hal yang bertentangan dan tidak layak.

47. Lex semper dabit remedium.

The law always give a remedy

Hukum selalu memberi obat

Pencarian

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow

Kalender


Thursday
August 2017
17

Koleksi Foto

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow

Links Peradilan

E-syariah

Pendapat Anda

Tnggapan Saudara Ttg Web baru Kami?